Filsafat Ilmu dan Etika (Pertemuan 1, Rabu 28 Agustus 2024)
Dosen Pengampu
Dr. R. Sally Marisa Sihombing S.I.P, M.Si
Disusun oleh :
Najwa Syalfiana
240903100
Program Studi Ilmu Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara
Medan
Tahun Ajaran 2024/2025
Ontologi
Menurut
bahasa, kata ontologi berasal dari
bahasa Yunani, yaitu berasal dari
kata “Ontos” yang memiliki arti “ada”
sedangkan “Logos” memiliki arti
“ilmu”.
Menurut istilah, ontologi adalah cabang dari ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup tentang suatu keberadaan, yang meliputi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Menurut Aristoles, ontologi merupakan rangkaian pembahasan mengenai hal yang ada sebagai hal yang ada, atau hal yang ada sebagai demikian yang mengalami perubahan dalam, sehubungan dengan objeknya.
Menurut Anton Bakker (1992), ontologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling universal dan paling menyeluruh.
Menurut Suriasumantri, ontologi merupakan ilmu pengetahuan mengenai apa yang ingin kita ketahui dan seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan kata lain suatu pengkajian terhadap teori yang ada.
Menurut Bakhtiar, ontologi merupakan ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada dan sebagai suatu ultimate reality baik yang memiliki bentuk jasmani atau konkret maupun tentang rohani maupun abstrak.
Menurut Soetrisno, ontologi merupakan asas dalam menerapkan batas atau mengenai ruang lingkup suatu wujud yang menjadi ospek dari penelaah yang merupakan objek ontologi atau formal dari pengetahuan serta mengenai penafsiran hakikat realita (metafisika) dari objek ontologi atau formal tersebut dan menjadi landasan dari ilmu yang menanyakan terkait apa yang dikaji atau dibahas dalam suatu pengetahuan.
Contohnya adalah seseorang yang memiliki teman yang sangat dekat bahkan dapat dikatakan harus bersama-sama kemana saja. Suatu hari pertemanan tersebut harus dipisahkan untuk melanjutkan pembelajaran ataupun tujuan hidupnya masing-masing. Suatu saat ketika bertemu lagi setelah bertahun-tahun lamanya, pertemanan itu masih berlanjut.
Menurut istilah, ontologi adalah cabang dari ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup tentang suatu keberadaan, yang meliputi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Menurut Aristoles, ontologi merupakan rangkaian pembahasan mengenai hal yang ada sebagai hal yang ada, atau hal yang ada sebagai demikian yang mengalami perubahan dalam, sehubungan dengan objeknya.
Menurut Anton Bakker (1992), ontologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling universal dan paling menyeluruh.
Menurut Suriasumantri, ontologi merupakan ilmu pengetahuan mengenai apa yang ingin kita ketahui dan seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan kata lain suatu pengkajian terhadap teori yang ada.
Menurut Bakhtiar, ontologi merupakan ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada dan sebagai suatu ultimate reality baik yang memiliki bentuk jasmani atau konkret maupun tentang rohani maupun abstrak.
Menurut Soetrisno, ontologi merupakan asas dalam menerapkan batas atau mengenai ruang lingkup suatu wujud yang menjadi ospek dari penelaah yang merupakan objek ontologi atau formal dari pengetahuan serta mengenai penafsiran hakikat realita (metafisika) dari objek ontologi atau formal tersebut dan menjadi landasan dari ilmu yang menanyakan terkait apa yang dikaji atau dibahas dalam suatu pengetahuan.
Contohnya adalah seseorang yang memiliki teman yang sangat dekat bahkan dapat dikatakan harus bersama-sama kemana saja. Suatu hari pertemanan tersebut harus dipisahkan untuk melanjutkan pembelajaran ataupun tujuan hidupnya masing-masing. Suatu saat ketika bertemu lagi setelah bertahun-tahun lamanya, pertemanan itu masih berlanjut.
Epistemologi
Menurut
bahasa, epistemologi berasal dari
bahasa Yunani, yaitu berasal dari
kata “Episteme” yang memiliki arti
“pengetahuan” sedangkan “Logos”
memiliki arti ilmu.
Menurut istilah, epistemologi adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber pengetahuan, metode, struktur, dan benar tidaknya suatu pengetahuan tersebut.
Menurut Mujamil Qomar, epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat yang mempelajari secara mendalam mengenai pengetahuan manusia.
Menurut Dagobert D. Runes, epistemologi merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mengkaji mengenai sumber pengetahuan, struktur sosial pengetahuan, dan berbagai metode serta validasi pengetahuan lainnya.
Menurut Jujun S. Sumantri, epistemologi merupakan cara berpikir manusia dalam menentukan dan juga mendapatkan ilmu dengan menggunakan berbagai kemampuan yang tertanam didalam diri seseorang, misal kemampuan indera, intuisi, dan juga rasio.
Menurut Jamil Saliba, epistemologi merupakan pembahasan yang mengenai hakikat ilmu, sumber asalnya, ketinggian nilainya, dan bagaimana cara mendapatkan serta skopnya.
Menurut Anton Bakker, epistemologi merupakan cabang filsafat yang berurusan mengenai ruang lingkup dan hakikat pengetahuan.
Menurut Wan Mohd Nor Wan Daud, epistemologi merupakan filsafat yang membicarakan mengenai makna, hakikat, sumber, dan proses terjadinya suatu ilmu.
Menurut Abdul Munir Mulkhan, epistemologi merupakan segala macam bentuk aktivitas dan pemikiran manusia yang selalu mempertanyakan dari mana asal muasal ilmu itu diperoleh.
Contohnya adalah pada saat seseorang mendapatkan ataupun mencari makanan. Pertanyaannya adalah bagaimana orang tersebut dapat mengetahui bahwa benda yang akan didapatkan itu adalah makanan? Orang tersebut pasti akan menangkap melalui panca indera bahwasanya itu adalah makanan.
Menurut istilah, epistemologi adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber pengetahuan, metode, struktur, dan benar tidaknya suatu pengetahuan tersebut.
Menurut Mujamil Qomar, epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat yang mempelajari secara mendalam mengenai pengetahuan manusia.
Menurut Dagobert D. Runes, epistemologi merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mengkaji mengenai sumber pengetahuan, struktur sosial pengetahuan, dan berbagai metode serta validasi pengetahuan lainnya.
Menurut Jujun S. Sumantri, epistemologi merupakan cara berpikir manusia dalam menentukan dan juga mendapatkan ilmu dengan menggunakan berbagai kemampuan yang tertanam didalam diri seseorang, misal kemampuan indera, intuisi, dan juga rasio.
Menurut Jamil Saliba, epistemologi merupakan pembahasan yang mengenai hakikat ilmu, sumber asalnya, ketinggian nilainya, dan bagaimana cara mendapatkan serta skopnya.
Menurut Anton Bakker, epistemologi merupakan cabang filsafat yang berurusan mengenai ruang lingkup dan hakikat pengetahuan.
Menurut Wan Mohd Nor Wan Daud, epistemologi merupakan filsafat yang membicarakan mengenai makna, hakikat, sumber, dan proses terjadinya suatu ilmu.
Menurut Abdul Munir Mulkhan, epistemologi merupakan segala macam bentuk aktivitas dan pemikiran manusia yang selalu mempertanyakan dari mana asal muasal ilmu itu diperoleh.
Contohnya adalah pada saat seseorang mendapatkan ataupun mencari makanan. Pertanyaannya adalah bagaimana orang tersebut dapat mengetahui bahwa benda yang akan didapatkan itu adalah makanan? Orang tersebut pasti akan menangkap melalui panca indera bahwasanya itu adalah makanan.
Aksiologi
Menurut
bahasa, aksiologi berasal dari bahasa
Yunani, yaitu berasal dari kata “Axion” yang memiliki arti “nilai”
sedangkan “Logos” memiliki arti
“ilmu”.
Menurut istilah, aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya yang mencangkup semua nilai kehidupan.
Menurut KBBI, aksiologi merupakan kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai kehidupan khususnya etika.
Menurut Sumantri, aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan pengetahuan yang didapatkan dan digunakan oleh manusia.
Menurut Kattsoff, aksiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kesilfasatan.
Menurut Wibisono, aksipologi merupakan nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika serta moral sebagai dasar normatif dan penelitian dan juga penggalian, serta penerapan ilmu.
Menurut “Jujun S. Suriasumantri merupakan teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
Contohnya adalah mengenai etika atau moral yang mengarah kepada sopan santun. Apabila seseorang yang memiliki etika baik, tentu akan menghormati siapa saja dan berlaku sopan santun. Jika melewati orang tua, maka etika harus dilakukan adalah tersenyum, menyapa, dan sedikit membungkukkan badan.
Menurut istilah, aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya yang mencangkup semua nilai kehidupan.
Menurut KBBI, aksiologi merupakan kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai kehidupan khususnya etika.
Menurut Sumantri, aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan pengetahuan yang didapatkan dan digunakan oleh manusia.
Menurut Kattsoff, aksiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kesilfasatan.
Menurut Wibisono, aksipologi merupakan nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika serta moral sebagai dasar normatif dan penelitian dan juga penggalian, serta penerapan ilmu.
Menurut “Jujun S. Suriasumantri merupakan teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
Contohnya adalah mengenai etika atau moral yang mengarah kepada sopan santun. Apabila seseorang yang memiliki etika baik, tentu akan menghormati siapa saja dan berlaku sopan santun. Jika melewati orang tua, maka etika harus dilakukan adalah tersenyum, menyapa, dan sedikit membungkukkan badan.
Komentar
Posting Komentar